Jumat, 20 Juli 2012

Kaleng Abu: catatan kecil untuk ayah part 1

Kaleng Abu: catatan kecil untuk ayah part 1: ini salah satu kisah nyata tentang kegundahan seseorang yang sulit menapaki dirinya dan keluarga.  Hari ini pembagian hasil nilai kelulu...

catatan kecil untuk ayah part 1

ini salah satu kisah nyata tentang kegundahan seseorang yang sulit menapaki dirinya dan keluarga. 

Hari ini pembagian hasil nilai kelulusan SMA ku. Aku berharap dengan mendapat nilai bagus aku akan melanjutkan kuliah di universitas yang bagus juga, hasilnya pun sudah ada ditangan. Betapa bahagianya aku mendapatkan hasil yang membuat orang tua aku senang dan bangga. Aku bersyukur kepadaNya dan mencium kedua orang tuaku dengan rasa haru kita berpelukan satu sama lainnya didepan pintu rumah. Kami sama sama memasuki celah daun pintu dan semerbak senyum dan harapan kepadaku. Kulihat terus tulisan yang ada diselembar kertas ini, kupandangi hasil kerja kerasku dan aku mulai berangan-angan ingin masuk ke universitas unggulan.

keesokan harinya.
Ayah mengajak aku untuk mencari tempat kuliah yang bagus didaerahku. Daerah ku tidak terlalu besar dan aku berfikir aku tidak akan bisa dan dapat maju untuk daerah ini. Aku mengajukan saran kepada ayahku bahwa alangkah baiknya aku kuliah di kota besar saja yang sudah jelas asal-usulnya dan para alumninya yang sudah banyak yang berhasil. Ayahku tidak menyetujuinya karena ayah takut tidak terpantau dan biayanya pun pasti mahal karena kebutuhan selain kuliah. Aku terus mendesak kepada ayah dan berjanji menjadi anak yang sukses kelak karena ini pilihanku. Masuk ke kampus ini karena teman-teman di daerahnya ada yang masuk kampus itu dan dia berharap ada teman yang baik menemani dia di kota besar itu.

Perang argumen antar ayah dan aku sangat mengundang emosi sesaat. Ibu yang beranjak dari memasak datang menenangkan ayahku dan lebih mempertahankan kemauan aku. Ayahku pun terpakasa mengalah dengan ibuku. Ibuku memang ibu yang sangat baik, dia memberikan nasihat untuk gambaran kelak di kampus dan hidup terpisah dengan orang tua. Ibu juga memberi tahu kepadaku soal biaya masuk ke kampus yang aku mau dan biaya hidup yang akan dikeluarkan nanti. Kehidupan kita bukan kehidupan kebanyakan orang yang sangat berkecukupan namun kita berkurang dan kami orang tua manabung untuk menyisihkan sebagian rizki kami hanya untuk kuliah anak hingga selesai dan itu sudah dianggarkan. Jadi,  ibu berharap jangan bertidak macam-macam apabila harapan kamu di kota besar itu akan terwujud. Ayah memilih untuk berdiam diri diujung sofa mendengarkan ibu yang menasehatiku. Dengan murung ayah terlihat kecewa karena omongannya tidak diterima olehku dan dari mulai saat itu ayah mulai diam dan jarang sekali berbicara kepadaku.

 bersambung...


Rabu, 18 Juli 2012

I feel good with you

I feel good for someone, no sense at all to always look at his eyes. everything was still the same, but there are limits that can not be disclosed and the honesty of feelings of selfishness which closes each. although I'm told and I'm having with someone but do not deserve me comfort is always careful to fill the void selfish heart. I want to say whether we'll be together again? but I do not dare to express it. and now I'm confused .. whether I should really leave you numb and you feel or do I have to wait ..

I'm lost
toward the heart
Give me a beautiful way
Let me take my tired
Fer a while asleep on your shoulder
Can we always together
Unites feeling you and me
May the eternal love
Arriving hereafter forever
About the love that comes slowly
Makes me afraid of losing
Leave me a bright light
Not flagellation teased and outages in the
Can we always together
Unites feeling you and me
May the eternal love
Arriving hereafter forever
Can we always together
Unites feeling you and me
May the eternal love
Arriving hereafter forever
Can we always together
Unites feeling you and me
May the eternal love
Arriving hereafter forever

saranghamnida

Mengapa engkau tega mencuri hatiku
Tanpa seijin aku lebih dulu
Memaksaku membuatku lemah tak ebrdaya
Keu dael saranghamnida
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Nappayo cham keu dae ran saram
Heo rak do opshi wae nae mam ga jyeo yo
Keu dae ttaemune nan him gyeob gye sal go man inneun de
Keu daen mo reu chanayo
Aku bahkan tak seindah
Ku tak seindah kedipan matamu
Tapi dapatkah kau berikan senyum untukku
Walau itu bukan cinta, tapi aku memohon
On jen gan han bon jeum eun to ra pwa ju gyet jyo
Oooh aku menunggumu sampai akhir
Oneul do cha ma mo tan ka seum sok han ma di
Hanya satu kata, keu dael sarang hamnida
Kemarin aku tertidur
Keu dael keu ri da cham deu ryot na pwa yo
Ketika aku terbangun air matapun jatuh
Shi rin keu dae irum gwa (lalu aku memohon)
Hot win param pun in nak so man
On jen gan han bon jeum eun to ra pwa ju gyet jyo
Oooh aku menunggumu sampai akhir
Oneul do cha ma mo tan ka seum sok han ma di
Hanya satu kata, keu dael sarang hamnida
Kali aku melihatmu lagi
Keu dae twi mo suem eul pa ra po myeo
Heu reu neun nun mul chorom so ri om neun keu mal
(bagai air mata) keu dael sarang hamnida



by : astrid ft tim

jawaban bersujud

tanpa kurasa kurangnya rasa nyaman ini, tak kurasa semua tak akan bisa, tak kuasa semua akan terjadi mentah tan pa ada rasa kenyamanan. saya ingin ungkapkan rasa ini, karena saya menyukai anda. untuk tak bosan menunggu kerelaan hati untuk menerima semuanya. ada hal yang masih menjadi biasan untuk berkaca, naun tak sanggup untuk aku cerminkan hati ini. semua tak ada bedanya saat kenyamanan yang pernah ku rasa waktu itu walaupun pernah sabarkan hati dari retakan itu. namun, aku akan susun kembali serpihan itu dan kembalikan seiring putaran jam yang terus berlalu. kepastian itu akan tiba ketika awan dingin mulai pergi dari kabut tebal dan menghilang ketika sujudku terjawab. dan aku sudah tau jawabannya untuk saat ini

for my dear : jet'aime

ini penggalan akhirku
setiap ku angkat kembali kepala ini
sulit rasanya untuk bisa berfikir dan menerima
setiap detak hati selalu memanggil namaMu.

apakah ini tertulis untukku
apakah ini harus aku lengkapi kisahku dulu
masa indah
masa lalu
hanyalah sepenggal asa dan cerita
untuk menjadi abadi

saat aku membalikan hadapanku dan melihat dia dihadapanku kini
dan berfikir apakah ini sebenarnya
untuk apa kamu kembali
dan bertanya-tanya
apa Tuan cukup adil menghakimi aku kembali
dengan setiap perkara kisah cintaku
namun hal ini bukan khayalku
bukan pengharapanku
namun ini kenyataanku yang harus bisa diterima

aku tidak akan memalingkan wajah ini
aku tidak akan membalikan kembali punggung ini
untuk menebas rasa kebencian dan rasa penyesalan
untuk sejenak aku  tutup mata ini sekana hal ini tidak nyata.
sampai kamu kembali datang dan merangkul
membisikan setiap keluh rasamu
untuk ungkapkan semua
bila aku hanya untuknya

aku memang selalu berdiam
untuk menenangkan perasaat yang meledak-ledak ini
tapi kau paksakan hati ini
untuk melihatmu kembali
aku menyayangimu..
namun ini yang terbaik



i love you jet'aime..

butiran kayu tasbih

suara gerak jarum jam pada angka jam 1 pagi,
terbangun diniatkan dengan lafalNya
suasana begitu tenang dan dingin, kelopak mata ini sulit sekali untuk mengebaskan setiap bulu matanya.
namun ada yang tebangun saat itu, nada, suara entah dari mana yang menyuruh badan ini untuk segera mengakhiri bunga tidur ini.
akhirnya gerak jarum jam menuntun setiap gerak langkah menuju suatu ruangan.
begitu dingin sekali, basar, lembab, dan sunyi.
keran kemilau yang memutarkan air ini seakan tau bila harus segera ku basuh.
kedua tangan mulai aku basuh dengan ucapan niat,
kuusap semua wajah, ku basuh kedua tangan, hingga selesai..
jatuhan percikan air menyuarakan dikeheningan itu..
kain putih ku kenakan dengan sedikit basah karna terkena jatuhan air dari bulu mata
dan bentangan ini mengantarkan kehadapanNya,
butiran kayu tasbih ditangan kanan masih terasa lembab basah
mengikat niat dan dzikir di setiap ucapan lafaz surat.
hening sekali..
niat mulai dialunkan dengan ikhlas dan khusukkan
aku memasrahkan den berserah kepadaNya
"Tuhan Ridhoi aku sealu dijalanMu "

salampun telah terucap
hentakan memohon ampun selalu menggertak setiap nafas
dengan gerakan butira-butiran yang ada ditangan menghapuskan dosa ini
jari jemari mulai m enggeser kan setiap butirannya 
tenang sekali setiap dzikir ini ku serukan dengan lembut
butiran kayu coklat ini menjadi pengikatku..
untuk selalu dekat denganNya



Rabu, 14 Maret 2012

penyambutan sang merpati

terpancar warna putih berkilau diujung pintu lorong itu, seakan malaikat datang menyambut iringanku, tak terpejam mata ini seolah sinarnya selalu menorehkan kesetiap sisi wajah. Kulangkahkah telapak kaki ini menuju kearah itu dengan tertatih, tangan menghalangi sinar itu walaupun ingin selalu ku ingin meraih dia, kumendekat, dan kusapa dia, dengan senyum kecil di bibir ini, ingin kutanyakan tapi kumeragu karena terlalu terpukau dengan sinarnya.

langkah kaki kecil yang bebulu tipis berwarna putih mengarah kearah jendela yang terbuka lebar. bulu yang sehalus sutra dikepakan seiring hembusan nafas angin yang masuk lewat jendela yang berbahan kayu tua yang sudah lapuk.
kumulai mendekati dengan langkah kaki yang mengendap-endap berharap tak ada suara sedikitpun yang mengusiknya.

benang laba-laba yang menempel di selah-selah jendela mulai berterbangan menuju kearahku karena angin mulai kencang. lapisan debu yang terbawa dengan hembusan itu  mengenai kedua bila mata.
semakin besar hembusan ini pesimis dengan sambutan ini. namun tak sangka kaki kecil itu  menuju kearahku. aku ulurkan tangan dan jemari ini untuk menyambutnya. kaki lentik itu menaiki diatas jemari ini. dengan langkah yang berhati-hati dan kepakan kecil menyeimbangkan tubuhnya membawa harapan lebih dengan kiasan warnamya seputih dan selembut sutra.







Jumat, 06 Januari 2012

Alunan gitar berdawai surga


Setiap petikan, setiap alunannya,  menghayalkan kita terbang ke surga, angin yang selalu menyentuh setiap helai rambut ini, menggapai asa tinggi mendawai pergi.  Ketenangan suara  petikan gitar itu, mengharu birukan  memikat syahdu. Seakan semua menjadi ruang kosong yang tenang tanpa ada satupun yang mengusik ketenangan itu, terngiang hingga setiap sudut otak dan melapisi selimut gendang telingga ingin selalu berdawai.
Surga Mu, tak berdawai karna kubelum sampai disana, kuindahkan setiap surga Mu, dengan mengkhayalkan andai aku  disana. Saat ku jejaki kaki dialas kaki awan, terdengar  irama  merdu dari setiap petikan gitar dengan tangga yang indah bidadari –bidadari yang sedang duduk di taman langit.
Terbuai, angan, bila Kau tau..ini suaranya izinkanlah suara alunan gitar ini menjadi kotak music yang mengantarkan tidur lelapku

batas pelangi terbentang indah diawan


merah,jingga,kuning,hijau,biru,nila,unggu,menjadi gradasi yang indah diawan menangis biru, sentuhàn sinar màtahari yang menyentuh butiran àir sisa tangisan dari awan hitam, membuat suatu fenomena yàng indàh. bentangan pelanggi yang indah menjadi tangga para bidadari yang akan turun dari langit, menyusuri bumi hingga diufuk senja beràkhir. terbelalak mata ini melihat begitu indahnya pelanggi senja ini,tersirat suàtu hal yang tidak mungkin dilàkukan, menjadi seorang bidadari yang turun dari langit, seakan dongeng waktu kecil menjadi cerita diotakku.setiap dasar warnanya, memberikan semangat hidup, kegembiraan yang tak bisa dilukiskan, semangat yang berwarna-warni.
Ku pandanggi pelanggi itu kaca disudut kamarku,namun tak selamanya pelanggi menjadi hiasan diawan, warnanya pun pundar, seakan pelangi itu hanya jam waktu yang hanya mengendahkan hati manusia, lukisan warna-warni diawan akan menjadi indah, seindah aurora ciptaanNya

Selasa, 03 Januari 2012

kembang api padam diakhir malam

tersungut panasnya api dalam lentera kehidupan memberi renkarnasi untuk abu putih yang akan tertiup angin. lembaran baru akan menjawab semua pertanyaan masa depan, namun masih menjadi awang-awang dalam warna yang terpancar indah. 
renungan malam ini, terasa setumpuk dosa melumuri badan ini, bayangan ini. warnanya terasa hitam pekat melumuri tiap sendi tulang hingga jemari. gundah gelisah dalam mimpi ini akan ingatan masa kelam yang dilakukan kemarin. dengan gelisah ingin menyembunyikan segalanya dari penglihatanNya, dan terus bertanya mengapa itu harus aku lakukan dan selalu terngiang apakah Tuhan bisa memaafkan semuanya.


kain sulaman batik berwarna coklat hanya bisa menyelimuti tubuh kecilku disaat kembang api  meluncur tinggi diatas awan yang gelap, suara dentuman yang keras mendebarkan kepalan jantung, dan menggetarkan gendang telingga. lihat warna indah kembang api itu di setiap sudut langit yang menghiasi angkasa ini,, begitu indah, dan bergelora,
 hanya bisa menatap senang melihat kembang api menari indah dilangit di akhir malam ini, lepasnya tahun, mengakhiri satu terowongan dibelakang yang mengiring kita hingga tahun yang baru.
di dalam perjalanan yang manjang dengan 365 hari ini, hanya bisa merenungkan apa yang kita lakukan, ingin sempurna tapi tak pernah menyempurnakan,

selamat datang,, air didalam botol ini sudah terlalu keruh, harus di ganti dengan air yang baru, dan ini bukan tahun baru buat kami, melainkan sambutan tanggal buaru untuk motivasi kami, 

apakah yang saya lakukan waktu itu? biarkan menjadi kembang api yang padam diakhir malam itu, dan ku akan menghidupkan kembali dengan lilin -lilin kecil bertabur bintang mainan berhiaskan matahari yang mengisi setiap mimpiku,,