tersungut panasnya api dalam lentera kehidupan memberi renkarnasi untuk abu putih yang akan tertiup angin. lembaran baru akan menjawab semua pertanyaan masa depan, namun masih menjadi awang-awang dalam warna yang terpancar indah.
renungan malam ini, terasa setumpuk dosa melumuri badan ini, bayangan ini. warnanya terasa hitam pekat melumuri tiap sendi tulang hingga jemari. gundah gelisah dalam mimpi ini akan ingatan masa kelam yang dilakukan kemarin. dengan gelisah ingin menyembunyikan segalanya dari penglihatanNya, dan terus bertanya mengapa itu harus aku lakukan dan selalu terngiang apakah Tuhan bisa memaafkan semuanya.
kain sulaman batik berwarna coklat hanya bisa menyelimuti tubuh kecilku disaat kembang api meluncur tinggi diatas awan yang gelap, suara dentuman yang keras mendebarkan kepalan jantung, dan menggetarkan gendang telingga. lihat warna indah kembang api itu di setiap sudut langit yang menghiasi angkasa ini,, begitu indah, dan bergelora,
hanya bisa menatap senang melihat kembang api menari indah dilangit di akhir malam ini, lepasnya tahun, mengakhiri satu terowongan dibelakang yang mengiring kita hingga tahun yang baru.
di dalam perjalanan yang manjang dengan 365 hari ini, hanya bisa merenungkan apa yang kita lakukan, ingin sempurna tapi tak pernah menyempurnakan,
selamat datang,, air didalam botol ini sudah terlalu keruh, harus di ganti dengan air yang baru, dan ini bukan tahun baru buat kami, melainkan sambutan tanggal buaru untuk motivasi kami,
apakah yang saya lakukan waktu itu? biarkan menjadi kembang api yang padam diakhir malam itu, dan ku akan menghidupkan kembali dengan lilin -lilin kecil bertabur bintang mainan berhiaskan matahari yang mengisi setiap mimpiku,,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar