merah,jingga,kuning,hijau,biru,nila,unggu,menjadi gradasi yang indah diawan menangis biru, sentuhàn sinar màtahari yang menyentuh butiran àir sisa tangisan dari awan hitam, membuat suatu fenomena yàng indàh. bentangan pelanggi yang indah menjadi tangga para bidadari yang akan turun dari langit, menyusuri bumi hingga diufuk senja beràkhir. terbelalak mata ini melihat begitu indahnya pelanggi senja ini,tersirat suàtu hal yang tidak mungkin dilàkukan, menjadi seorang bidadari yang turun dari langit, seakan dongeng waktu kecil menjadi cerita diotakku.setiap dasar warnanya, memberikan semangat hidup, kegembiraan yang tak bisa dilukiskan, semangat yang berwarna-warni.
Ku pandanggi pelanggi itu kaca disudut kamarku,namun tak selamanya pelanggi menjadi hiasan diawan, warnanya pun pundar, seakan pelangi itu hanya jam waktu yang hanya mengendahkan hati manusia, lukisan warna-warni diawan akan menjadi indah, seindah aurora ciptaanNya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar