Jumat, 06 Januari 2012

Alunan gitar berdawai surga


Setiap petikan, setiap alunannya,  menghayalkan kita terbang ke surga, angin yang selalu menyentuh setiap helai rambut ini, menggapai asa tinggi mendawai pergi.  Ketenangan suara  petikan gitar itu, mengharu birukan  memikat syahdu. Seakan semua menjadi ruang kosong yang tenang tanpa ada satupun yang mengusik ketenangan itu, terngiang hingga setiap sudut otak dan melapisi selimut gendang telingga ingin selalu berdawai.
Surga Mu, tak berdawai karna kubelum sampai disana, kuindahkan setiap surga Mu, dengan mengkhayalkan andai aku  disana. Saat ku jejaki kaki dialas kaki awan, terdengar  irama  merdu dari setiap petikan gitar dengan tangga yang indah bidadari –bidadari yang sedang duduk di taman langit.
Terbuai, angan, bila Kau tau..ini suaranya izinkanlah suara alunan gitar ini menjadi kotak music yang mengantarkan tidur lelapku

batas pelangi terbentang indah diawan


merah,jingga,kuning,hijau,biru,nila,unggu,menjadi gradasi yang indah diawan menangis biru, sentuhàn sinar màtahari yang menyentuh butiran àir sisa tangisan dari awan hitam, membuat suatu fenomena yàng indàh. bentangan pelanggi yang indah menjadi tangga para bidadari yang akan turun dari langit, menyusuri bumi hingga diufuk senja beràkhir. terbelalak mata ini melihat begitu indahnya pelanggi senja ini,tersirat suàtu hal yang tidak mungkin dilàkukan, menjadi seorang bidadari yang turun dari langit, seakan dongeng waktu kecil menjadi cerita diotakku.setiap dasar warnanya, memberikan semangat hidup, kegembiraan yang tak bisa dilukiskan, semangat yang berwarna-warni.
Ku pandanggi pelanggi itu kaca disudut kamarku,namun tak selamanya pelanggi menjadi hiasan diawan, warnanya pun pundar, seakan pelangi itu hanya jam waktu yang hanya mengendahkan hati manusia, lukisan warna-warni diawan akan menjadi indah, seindah aurora ciptaanNya

Selasa, 03 Januari 2012

kembang api padam diakhir malam

tersungut panasnya api dalam lentera kehidupan memberi renkarnasi untuk abu putih yang akan tertiup angin. lembaran baru akan menjawab semua pertanyaan masa depan, namun masih menjadi awang-awang dalam warna yang terpancar indah. 
renungan malam ini, terasa setumpuk dosa melumuri badan ini, bayangan ini. warnanya terasa hitam pekat melumuri tiap sendi tulang hingga jemari. gundah gelisah dalam mimpi ini akan ingatan masa kelam yang dilakukan kemarin. dengan gelisah ingin menyembunyikan segalanya dari penglihatanNya, dan terus bertanya mengapa itu harus aku lakukan dan selalu terngiang apakah Tuhan bisa memaafkan semuanya.


kain sulaman batik berwarna coklat hanya bisa menyelimuti tubuh kecilku disaat kembang api  meluncur tinggi diatas awan yang gelap, suara dentuman yang keras mendebarkan kepalan jantung, dan menggetarkan gendang telingga. lihat warna indah kembang api itu di setiap sudut langit yang menghiasi angkasa ini,, begitu indah, dan bergelora,
 hanya bisa menatap senang melihat kembang api menari indah dilangit di akhir malam ini, lepasnya tahun, mengakhiri satu terowongan dibelakang yang mengiring kita hingga tahun yang baru.
di dalam perjalanan yang manjang dengan 365 hari ini, hanya bisa merenungkan apa yang kita lakukan, ingin sempurna tapi tak pernah menyempurnakan,

selamat datang,, air didalam botol ini sudah terlalu keruh, harus di ganti dengan air yang baru, dan ini bukan tahun baru buat kami, melainkan sambutan tanggal buaru untuk motivasi kami, 

apakah yang saya lakukan waktu itu? biarkan menjadi kembang api yang padam diakhir malam itu, dan ku akan menghidupkan kembali dengan lilin -lilin kecil bertabur bintang mainan berhiaskan matahari yang mengisi setiap mimpiku,,