Rabu, 14 Maret 2012

penyambutan sang merpati

terpancar warna putih berkilau diujung pintu lorong itu, seakan malaikat datang menyambut iringanku, tak terpejam mata ini seolah sinarnya selalu menorehkan kesetiap sisi wajah. Kulangkahkah telapak kaki ini menuju kearah itu dengan tertatih, tangan menghalangi sinar itu walaupun ingin selalu ku ingin meraih dia, kumendekat, dan kusapa dia, dengan senyum kecil di bibir ini, ingin kutanyakan tapi kumeragu karena terlalu terpukau dengan sinarnya.

langkah kaki kecil yang bebulu tipis berwarna putih mengarah kearah jendela yang terbuka lebar. bulu yang sehalus sutra dikepakan seiring hembusan nafas angin yang masuk lewat jendela yang berbahan kayu tua yang sudah lapuk.
kumulai mendekati dengan langkah kaki yang mengendap-endap berharap tak ada suara sedikitpun yang mengusiknya.

benang laba-laba yang menempel di selah-selah jendela mulai berterbangan menuju kearahku karena angin mulai kencang. lapisan debu yang terbawa dengan hembusan itu  mengenai kedua bila mata.
semakin besar hembusan ini pesimis dengan sambutan ini. namun tak sangka kaki kecil itu  menuju kearahku. aku ulurkan tangan dan jemari ini untuk menyambutnya. kaki lentik itu menaiki diatas jemari ini. dengan langkah yang berhati-hati dan kepakan kecil menyeimbangkan tubuhnya membawa harapan lebih dengan kiasan warnamya seputih dan selembut sutra.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar